Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

Tinggal Satu Do'a


Tersebutlah seseorang yang dalam perjalanan jauh. Ia berjalan melewati sebuah kampung, dan menemukan sebuah mushalla. Ia bermaksud bermalam di sana, ketika sang takmir datang menanyakan maksud dan tujuan orang tersebut. Setelah tahu kehendak orang tersebut, kontan takmir mushalla itu mengusir orang tersebut.


Tentu saja orang tersebut keberatan. Ia adalah orang dengan bekal yang sedikit. Lagipula tak ada yang ia kenal di kampung itu. Di mana ia akan bermalam bila tidak diizinkan oleh sang takmir?

Kamis, 24 Februari 2011

Bahasa Indonesia (Lagi-Lagi)


Teman, adakah di antara kalian yang dulu saat masih duduk di bangku SD, SMP, dan SMA (atau sederajat), tidak mempelajari bahasa Indonesia?

Tak ditanya, aku yakin jawabannya adalah tidak ada!

Ya. Saat SD, kita belajar bahasa Indonesia selama enam tahun. Masuk SMP, tiap semester selalu ada bahasa Indonesia. Beranjak ke tingkat SMA, lagi-lagi bertemu dengan yang namanya Bahasa Indonesia. Masuk Ujian Nasional pula! Bahkan, ketika melanjutkan studi di universitas di dalam negri, Bahasa Indonesia tak pernah lepas dari mata kuliah wajib. Ah, ada apa dengan Bahasa Indonesia? Bukankah sudah 12 tahun kita (bagi yang sedang kuliah) mempelajarinya? Bukankah telah lama kita menggunakan bahasa yang sudah sangat tidak asing lagi ini? Kenapa tak belajar bahasa Arab atau Cina saja?

Minggu, 16 Januari 2011

Hujan Keroyok

Teringat salah satu pertanyaan aneh yang saya dapatkan dari seorang teman. Pertanyaan yang biasa, namun jarang kita pikirkan. "Mengapa kita takut akan hujan?"

Saya berpikir. Takut basah, kah? Teman saya pun menggeleng tersenyum. Ah, mungkin takut sakit. Kalau basah-basah kan bisa sakit. Teman saya kembali mengeleng, kini dengan senyuman yang semakin lebar. Hemm.. tak habis pikir. Kira-kira kenapa ya? Saya tahu jawabannya akan "GJ", tapi tidak akan keluar dari logika. Namun apa? Saya masih kebingungan, dan akhirnya menyerah juga dengan pertanyaan tersebut.

Minggu, 19 Desember 2010

Cerita seorang Ibu

Kadang saya berpikir, sebenarnya apa ya yang kita cari di dunia ini?

Harta kah? Ia akan meninggalkan kita saat kita mati, lalu diambillah oleh keturunan kita. Ketampanan? Kecantikan? Wajah rupawan? Ah, tak mampu ia melawan usia tua. Kekuasaan? Setelah kita mati, ia akan berpaling kepada yang lain, yang juga mengejarnya. Kesenangan? Betulkah apa yang kita rasakan ini merupakan kesenangan abadi? ataukah kesenangan sementara, fatamorgana yang menipu sebagian besar umat manusia?

Rabu, 15 Desember 2010

Arti Sebuah Kejujuran

Mubarok namanya. Seorang pekerja kebun delima yang begitu jujur dalam kesehariannya. Tak hanya jujur, ia pun begitu amanah. Jujur dalam diamnya. Jujur dalam ucapannya.

Suatu hari, majikannya-pemilik kebun tersebut-mendatanginya, kemudian mengatakan, "Hai Mubarok, aku ingin satu buah delima yang manis."

Bergegaslah Mubarok menuju salah satu pohon dan memetik salah satu buah delima, kemudian menyerahkan buah tersebut kepada tuannya yang menunggunya. Ketika majikannya memecahkannya, ia mendapatkan buah delima itu masih masam, lantas memarahi Mubarok. "Aku memintamu buah yang manis, malah kau beri yang masih asam! Cepat, ambilkan yang manis!"

Sabtu, 27 November 2010

Prestasi Sejati


Mushab bin Umair namanya. Seorang remaja Quraisy terkemuka, seorang pemuda yang paling tampan berseri wajahnya, penuh dengan jiwa dan semangat kemudaan.

Berasal dari keluarga yang terhormat. Mungkin tak seorang pun di antara anak-anak muda Mekkah yang beruntung dimanjakan oleh kedua orang tuanya demikian rupa sebagaimana yang dialami Mushab bin Umair. Kesehariannya, tidaklah ia berpakaian melainkan dengan pakaian yang terbagus. Minyak wangi pun menjadi bagiannya pula sehingga tidaklah kita akan menemukannya saat itu kecuali ia dalam keadaan wangi. Tak heran jika pemuda yang biasa hidup mewah dan manja ini, menjadi buah bibir gadis-gadis Mekkah dan menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan.