Kamis, 08 September 2011

Tiket Anda


Pernahkah Anda menaiki bis dari Malang, Jawa Timur, ke Mataram, Nusa Tenggara Barat? Perjalanan yang dibutuhkan sekitar 20 jam, jadi Anda harus siap mental dan kesehatan sebelumnya. Ada dua bis yang bisa membawa Anda ke sana, bila Anda tidak berniat mengganti bis dari awal sampai tiba di sana. Bis pertama bernama Titian Mas, yang biasanya dipilih orang-orang karena kualitasnya yang lebih daripada pesaingnya. Bis kedua bernama Tiara Mas, yang menjadi pilihan ketika Titian Mas telah penuh. Namun secara umum, pelayanan kedua bis tak jauh berbeda. Sangat di bawah standar bila dibandingkan dengan bis-bis lain yang meluncur di propinsi-propinsi di pulau Jawa.
Bukan bisnya yang ingin saya bicarakan sekarang. Namun yang ingin saya bicarakan adalah tiketnya. Setiap bis memiliki tiket tersendiri. Ketika Anda memiliki tiket bis Titian Mas yang berangkat tanggal 23 September, tentu Anda tidak bisa menaiki bis Tiara Mas yang berangkat pada hari yang sama. Atau Anda misalkan memiliki tiket kedua bis pada tanggal tersebut, namun Anda ingin berangkat pada tanggal 24 September misalkan. Jangan harap Anda akan diberi izin naik, bila Anda tidak mengkonfirmasikan sebelumnya. Intinya, Anda harus memiliki tiketnya ketika Anda ingin naik ke dalam bis tersebut, bukan?
Lalu bagaimana dengan surga?
Surga, pun ternyata memiliki tiket. Meski tidak berbentuk fisik, dan sangat jarang disebut tiket, namun surga tetap saja memiliki tiket. Lebih sering ia disebut kunci surga. Atau amalan-amalan yang membawa kita ke surga. Lantas, bila surga memiliki tiket, tentu ia bisa dibeli, bukan?
Tentu. Tiket ke surga pun bisa dibeli. Namun tidak dengan uang yang Anda miliki (secara langsung).
Telah tercium semerbak kisah Bilal yang terdengar terompahnya masuk surga, bahkan sebelum ia meninggal. Ketika hal itu ditanyakan oleh Rasulullah, maka Bilal ra menjawab, bahwa karena ia selalu menjaga wudhunya (dalam riwayat lain, karena setiap selesai berwudhu, ia selalu shalat dua rakaat).
Pun pula dengan cerita seorang sahabat yang lewat di depan Rasulullah, dikatakan oleh utusan-Nya itu, bahwa sahabat itu akan masuk surga. Teliti punya teliti, ternyata sahabat tersebut, ketika akan tertidur, selalu memaafkan semua orang yang berbuat zhalim kepadanya.
Banyak cerita lain yang ada. Terkait janji Rasul bahwa mereka akan masuk surga, dengan amalannya masing-masing. Bukankah tiap orang akan masuk surga akan masuk melalui pintu sesuai dengan amalannya? Yang rajin shalat, akan masuk melalui pintu shalat. Yang sering bertilawah, tentunya akan masuk lewat pintu yang dikhususkan untuk mereka yang sering-sering bertilawah. Orang-orang yang masuk lewat pintu sedekah, tentunya semasa hidupnya adalah orang yang rajin bersedekah. Dan orang-orang yang berpuasa, akan dimasukkan lewat pintu ar-Rayyan.
Itulah kisah sahabat. Masing-masing memiliki kelebihan tersendiri dalam ibadahnya. Membuat mereka mudah menghembuskan nafas keimanan, menghirup wangi surga bahkan sebelum mereka meninggal.
Itulah kisah para sahabat. Lalu kita, apakah kelebihan kita yang membuat kita yakin bahwa kita akan masuk surga?
Semua mendambakan surga, namun sebesar apa usaha kita untuk mencapainya? Kiranya kita bisa berdiam diri saja, berpikir, “yang penting saya sudah bersyahadat. Tidak apa-apa disiksa sebentar di neraka, yang penting akhirnya saya akan masuk surga.” Padahal sehari dalam ukuran akhirat lebih lama daripada yang bisa kita bayangkan. Bahkan, sekejap saja (hanya sekejap!!) dimasukkan ke dalam neraka, terlupakanlah semua nikmat yang pernah anda terima di dunia, saking beratnya neraka itu.
Ya. Tiket surga itu mahal. Tidak ada tuslah (kenaikan harga saat menjelang lebaran). Yang ada adalah diskon besar-besaran (Ramadhan, Idul Fithri, Lailatul Qadr, saat-saat doa diijabah, istri yang mendapatkan ridho suami, dll). Tinggal kita yang memilih, ingin mendapatkannya segera, atau menunda-nunda. Padahal ajal datangnya adalah tiba-tiba.
Lalu saya, ketika ditanya apa yang saya lakukan dalam rangka meraih tiket surga itu? Mungkin saya akan menjawab, “saya melakukan hal yang tidak dilakukan oleh sahabat-sahabat Rasulullah dan Nabi-Nabi semuanya, yaitu menulis blog (:p) yang semoga isinya bisa membuka hati orang banyak.” Ya Allah, terimalah.
Ya Allah, jadikanlah hati kami terbuka dalam kebenaran-Mu, jauhkanlah kami dari mengikuti musuh-musuh-Mu, dan tetapkanlah akhir kami sebagai orang yang terselamatkan di sisi-Mu. Amin.
Ini tiketku, mana tiketmu?
Malang, 7 September 2011
Tercatat sekarang pukul 06.18 WIB.

0 komen:

Posting Komentar